Langsung ke konten utama

MP Picture, Kelompok videografi Jember yang Juara Nasional




          Kameranya Pinjaman, Bisa Bincang dengan Menteri Susi
    
  Jember penuh dengan anak-anak muda kreatif. Sekelompok anak muda menunjukkan prestsi gemilang dengan menjadi juara di berbagai ajang video kompetisi tingkat nasional walaupun mengangkat tema dari local. Modalnya pun pas-pasan. Kamera pinjaman.

                                                               RANGGA MAHARDIKA,Jember Kota

     SEORANG anak kecil terlihat dengan telaten menahan mangrove (bakau red) dipinggir panati yang terlihat gersang. Dengan penuh cinta, dirinya menanam pohon tersebut hingga akhirnya semakin besar. Bahkan, setelah bocah ini dewasa, tanaman ini tumbuh subur dan memenuhi  area pantai yang selama ini kosong. Ternyata tanaman kecil itu sudah menjadi habitat bagi sejumlah hewan laut disana.

    Itulah video berdurasi satu menit yang dibuat oleh Merah Putih Picture Jember (MP Picture) yang baru saj meraih juara dalam video kompetesi iklan layanan masyarakat di Kementrian Kelautan dan Perikana Jakarta. Konsep video yang ringan namun cukup mengenadi di masyarakat untuk pelestarian lingkungan laut sehingga terpilih jadi juara. Video tersebut memberikan nasihat agar masyarakat juga mencintai perairan lautnya.

     “Kami ingin yang melihat punya rasa tanggung jawab dan kewajiban untuk melestarikan lingkungan bersama-sama,” kta Alfi Fatin Nabilah, sutradara sekaligus Founder dari MPProduction ini. Karena selama ini pihaknya merasa masyarakat belum terlalu pedulidengan lingkungan khususnya perairan. Salah satunya yang paling kecil yakni membuang sampah sembarangan di laut.

     Bukan hanya dalam lomba di KKp saja,video mereka tentang pelestarian lingkungan jugamenyabet sejumlah gelar juara pada lomba lainnya yakni LKBN antara pun menyabet juara dua dan menjadi pemenang di kategori editor serta piñata kamera terbaik dalam lomba tersebut. Ini mebuktikan meskipun di garap dilokal namun ternyata bisa berkarya dan di apresiasi hingga ketingkat nasional.

    Nabil, panggilan akrabnya menuturkan jka sebenarnya MP picture ini baru berdiri pada 17 Agustus 2017 . Saat itu sejumlah alumni organisasi film kampus IAIN yang ingin tetap produktif meskipun sudah tidak di organisasi. “Sehingga membentuk kelompok yang mewadahi agar tetap bisa berkarya,” jelasnya . Kemudian enam anggota tersebut mulai mengumpulkan sejumlah karya untuk di produksi.

     Awal ikut lomba adalah saat mengikuti lomba video ojek online, namun masih belum juara. Hal ini tidak membuat mereka putus asa. “Kemudian ada teman yang menyampaikan jika ada lomba video ditingkat nasional dengan tema mirip yakni pelestarian lingkungan kelautan ,” jelasnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk berkarya menyesuaikan lomba lingkungan tersebut.

    Dalam waktu kurang dari dua minggu  mereka hunting  dan melakukan take gambar di berbagai pantai di Jember. Tujuan mereka yakni pantai Papuma, Payangan, dan Getem. “Saat itu kameranya kebanyakan pinjam. Jika pas sibuk semua ya sewa. Sewa kameranya antara Rp 70-150 ribu perharinya,” tuturnya.

      “Yang sulit itu memangkas banyak video menjadi satu menit saja . Namun, pesannya tetap bisa sampai kepada masyarakat,” terangnya. Bahkan, perdebatan ini hingga H-2 dari deadline lomba. Sehingga dengan kejelian akhirnya proses seminggu itu selesai dan mereka mengirimkan hasil karyanya. Ternyata, tidak terlalu lama akhirnya mereka mendapatkan kabar masuk nominasi dan diminta untuk ke Jakarta untuk menerima hadiahnya.

     Kami kaget ternyata bisa menjadi juara dua nasional,” tuturnya. Bahkan yang mengejutkan penyerahan nhadiah dilakukan  langsung oleh Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno dan kemudian secara langsung diajak bertemu dengan Menteri KKP Susi Pujiastuti yang cukup eksentrik. Tentu saja ini membuat pihaknya bangga dengan keberhasilan ini.

      Dirinyapun ingat saat berbincang dengan  Menteri Susi untuk tetap mendukung dan bersama-sama melindungi kelestarian alam khususnya dilingkungan perairan laut. “ Tetap semangat ya Jember, saya pernah kesana,” ucap Nabil menirukan  Susi tentang pengalamannya di Jember. Hal ini  tentu menjadi semangat bagi dirinya untuk tetap dan terus berkarir kedepannya. Bahkan meskipun dari Jember namun bisa tetap tampil dan berprestasi di kancah film dan video tingkat nasional.  
 
     “Yang penting percaya diri,” tegasnya. Yakni meskipun dari lokal namun tetap bisa meraih prestasi maksimal. Sehingga tidak perlu minder dan tetap percaya diri meskipun berasal dari Jember. Pihaknya berharap kedepan akan semakin banyak karya yang dihasilkan dan memberikan manfaat untuk masyarakat.

     “Selain itu juga merapikan organisasi. Kedepan inginnya kami bisa menjadi Production House gitu. Jadi bisa di kelola secara professional,” ucap Nabil. Apalagi, mereka baru saja membeli kamera dengan uang hadiah lomba tersebut . Sehingga kedepan mereka bisa terus menghasilkan karya-karya yang lebih hebat dan bisa terus berprestasi secara nasional bahkan internasional. (ras/ mgc)
  Sumber  ;Jawa Pos (Radar Jember)
  Edisi      ;4 Januari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pamsimas, Solusi Konkrit Atasi Krisis Air di Desa Kramat, Sukoharjo, Tanggul

            Sumber Mata Air Jauh, Habis 616 Lonjor Pipa            Tidak semua kelemahan akan selalu melemahakn. Apalagi jikia kelemahan dilawan dengan usaha dan kerja keras. Seperti masyarakat Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, yang tak lagi kekurangan air bersih.

Kisah Keluarga Yang Jadi Pemanjat Pohon Kelapa

                  Kalau Pas Borongan, Satu Pohon Ada 50 Buah   Memanjat kelapa apalagi hingga ketinggian 7-10 meter, perlu memiliki keahlian khusus. Biasanya ini di lakukan oleh kaum adam. Namun, Di Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Ambulu ada sekeluarga yang 23 tahun memiliki profesi menjadi pemanjat pohon kelapa ini.                                                                          RANGGA MAHARDIKA-JUMAI , Jember.