Langsung ke konten utama

Menyemai Harapan pada Bupati Terrpilih Nanti




                              Tidak Mau Kalah Cuma Gitu-gitu Aja
  
 Hajatan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati bakal digelar 27 Juni nanti. Gerakan-gerakan politik sudah mulai dilancarkan untuk merebut hampir satu juta suara hak pilih. Tentu menuai banyak harapan . Semua tidak ingin Lumajang biasa-biasa saja.
HAFID ASNAN-Lumajang

   
LUMAJANG memang kota kecil. Tetapi kabupaten yang berdiri pada 1.255 M ini punya potensi yang melimpah . Meski sering di sebut area kantong karena tidak dilintasi jalur transportasi utama, namun daerah dengan 1. 790,90 km2 ini punya segudang harapan.

    Apalagi pada momen Pilkada 2018 nanti. Lebih dari sejuta penduduk punya harapan besar. Mereka ingin, kota yang terdiri dari 21 kecamatan ini bisa maju dan berkembang. Tidak Cuma itu-itu saja tampa prestasi yang melejit.

      Tak heran jika belakangan ini, disetiap warung kopi, di pasar-pasar, bahkan di majelis-majekis taklim aroma pilihan kepala daerah  sudah mulai dirasakan. Setiap perbincangan tidak lepas dari siapan calon yang didukung. Mengunggulkan yang sana, mengelu-elukan yang situ, sampai saling guyon dan saling ledek mulai mewarnai suasana.

     Dari sekian obrolan itulah, muncul perkiraan siapa yang bakal menang mendulang suara terbanyak dari rakyat. Muncul juga pikiran dan harapan. Tentang bagaimana seharusnya membangun Lumajang.  

         Akademisi juga punya secuil harapan. Kasno T. Kasim, dosen  dikampus STIE Widya Gama Lumajang menilai birokrasi  sebagai ujung tombak efektifitas pemerintahan dalam memberikan pelayanan perlu ditata dan di perkuat. “Sehingga mampu menjadi simbol dan pelayanan prima yang profesional,” ungkapnya.

     Bupati kedepan, kata dia, harus memiliki ketajaman dalam melihat potensi Lumajang. Harus dikembangkan sebagai icon pengembangan ekonomi daerah. “ Pengembangan sector ekowisata dan pemberdayaan UMKM misalnya, itu sangat potensial,” jelasnya.

        Pada sektor keamanan sebagai penunjang pembangunan juga perlu terjamin. “Jangan lagi ada begal di mana-mana,” tambahnya.

        Untuk tata kelola, pemerintah termasuk hubungan kelembagaan eksekutif- legeslatif dan yudikatif  harus terkontruksi dengan benar. Tidak serta merta. Sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan efektif dalam menupang pembangunan daerah menuju kesejah teraan masyarakat.

             Dari kalangan anak-anak muda yang peka perkembangan zaman dan teknologi tentu tidak ingin kreatifitas tersumbat. Butuh penyaluran yang pas . Dharapkan bupati nanti bisa mengakomodasi kreasi-kreasi mereka.

       Djohari Irianto, salah satu pegiat komunitas dan pelaku pemberdayaan masyarakat di Lumajang sangat berharap ada nuansa baru setelah bupati terpilih nanti. Dia dan ratusan pegiat komunitas dan pemberdayaan inginnya ada kepedulian.

     Tentu tidak jauh dari sosok pemimpin yang akomodatif. “Serta peka terhadap geliat pemberdayaan. Sebab, disitulah karya-karya kita tunjukkan yang semuanya demi Lumajang,” ungkapnya.

         Dia juga berharap, bupati terpilih nanti mampu memahani dan memberikan wadah. Serta kesempatanyang lebih luas kepada seluruh pegiat pemberdayaan untuk berkarya. Bebas menunjukkan kreativitasnya mampu beraktualisasi tampa sekat,” ujarnya.

      Sosok bupati nantinya sangat diharapkan begitu tegas. Hadir sebagai pengayom untuk masyarakat Lumajang. Tidak ada sekat-sekat kepentingan. “Dan terpenting adalah sosok bupati yang menjdi  problem solving bagi setiap persoalan. Bukan malah menyembunyikan persoalan,” katanya.

     Dari komunitas olah raga juga punya harapan besar . Ngateman SH, ketua KONI Lumajang sempat di temui dan ditanya bagaimana harapannya pada bupati terpilih 2018 nanti. Lelaki yang juga bos Amanda Group ini mengaku juga ingin terus mendapat dukungan bupati terpilih nanti dalam memajukan olah raga di Lumajang.

     Dia meyakini, akan muncul calon dari tokoh-tokoh terbaik di Lumajang. “Harapan kami dari tokoh yang baik itu, bisa dipilih dengan nurani jernih. Dan terpilih yang terbaik dari yang baik,” ujarnya.

      Berkaitan dengan siapa pun yang akan memimpin Lumajang, KOMI tetap berharap bahwa bupati kelak lebih peduli dengan kemajuan olahraga.” Kemajuan tida bisa dilihat dari prestasi semata. Bicara prestasi berarti bicara kewajiban pemerintah dengan menyiapkan sarana dan prasarana penunjang lain,” ujarnya.

    Semua elemen yang ada harus ada perhatian. Termasuk pada atlet , para Pembina harus dan juga para purna atlet . Mereka yang mantan atlet berprestasi itu masih layak dapat apresiasi dan perhatian. Jangan sampai nanti setelah purna tidak dihiraukan , tidak ada pegangan hidup . “Ada beberapa sekarang ini. Harapan nanti ada perhatian. Jika ada anggaran nanti walaupun tidak banyak perlu ada kepedulian buat mereka,” tambahnya. 

    Dia meyakini, kewajiban mengantar generasi Lumajang sebagai atlet professionalismnya menjadi atlet. “ tapi yang tidak dapat ? ya harus  diopeni,” ujarnya.

      Dia menyebutkan masih banyak atlet yang kurang dapat perhatian. Makanya perlu perhatian kongkrit. Seperti mereka yang sudah manula jangan sampai sakit kekurangan gizi. Jaminan BPJS juga perlu terakomodir.

        Kelayakan kehidupan sosialnya perlu dirawat. Contoh Sodik yang sampai rumahnya reyot. “ Kan tidak seharusnya begitu,” tambahnya. Mereka masih layak dapat apresiasi sebagai pahlawan daerah yang perlu ditampilkan. Baik pada momen Harjalu ataupun momen lainnya. “ Diajaklah mereka. Di undang dan di libatkan berdiskusi berbagi pengalaman. Belajar pada mereka. Kalu terjadi mereka akan merasa senang. Bupati nantinya perlu harus peduli dengan begini-begini ini,” pungkasnya. (fid/c1/sh)

    Sumber ;Jawa Pos(Radar Jember)
  Edisi       ; 8 Januari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MP Picture, Kelompok videografi Jember yang Juara Nasional

          Kameranya Pinjaman, Bisa Bincang dengan Menteri Susi        Jember penuh dengan anak-anak muda kreatif. Sekelompok anak muda menunjukkan prestsi gemilang dengan menjadi juara di berbagai ajang video kompetisi tingkat nasional walaupun mengangkat tema dari local. Modalnya pun pas-pasan. Kamera pinjaman.

Pamsimas, Solusi Konkrit Atasi Krisis Air di Desa Kramat, Sukoharjo, Tanggul

            Sumber Mata Air Jauh, Habis 616 Lonjor Pipa            Tidak semua kelemahan akan selalu melemahakn. Apalagi jikia kelemahan dilawan dengan usaha dan kerja keras. Seperti masyarakat Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, yang tak lagi kekurangan air bersih.

Kisah Keluarga Yang Jadi Pemanjat Pohon Kelapa

                  Kalau Pas Borongan, Satu Pohon Ada 50 Buah   Memanjat kelapa apalagi hingga ketinggian 7-10 meter, perlu memiliki keahlian khusus. Biasanya ini di lakukan oleh kaum adam. Namun, Di Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Ambulu ada sekeluarga yang 23 tahun memiliki profesi menjadi pemanjat pohon kelapa ini.                                                                          RANGGA MAHARDIKA-JUMAI , Jember.