Langsung ke konten utama

Melongok Pengelolaan IPAL di Soebandi dan Bina Sehat




                  Testernya Pakai Ikan dan Tumbuhan

Bagaimana sih sebenarnya pengelolaan limbah medis itu? Jawa Pos Radar Jember mencoba melihat IPAL di dua rumah sakit. RS Pemerintah di RSD dr.Soebandi, di swasta Bina Sehat.
                             
 KHAWAS AUSKARNI-RULLYEFENDI,Jember Kota

NAMANYA juga pengelolaan limbah, pasti lokasinya nylempit. Di RSD dr Soebandi, lokasinya jauh di belakang , dekat kamar jenasah.

Jawa Pos Radar Jember mencoba masuk keruangan pengelola limbah itu. Sepi, tak tampak petugas yang sibuk bekerja. Padahal, saat melangkah menuju pengolahan limbah itu, sempat terbayang orang yang sibuk bekerja atau, setidaknya ada operator disana.

Tetapi, ternyata mesin disana bekerja secara otomatis. Sehingga, lembah yang masuk bisa di proses setiap saat . Kepala Instalasi Penyehatan Lingkungan/ Sanitasi RSD Soebandi Harifin menuturkan, proses kerja IPAL di RSD Soebandi bekerja secara terpusat.

Hal ini mirip rangkaian aliran kanal yang bermuara pada satu titik.

Limbah medis cair yang di hasilkan dari setiap ruang layanan kesehatan di rumah sakit itu pada akhirnya tertampung pada satu titik, yakni pada rangkaian pengolahan limbah cair IPAL. “Jadi, dari manapun cairan limbah tersebut berasal, ujungnya pasti kesini ,” kata Harifin yang saat itu menemani wartawan Koran ini.

Peralatan itu lantas mengolah limbah cair yang tertampung dengan cara bertahap yang rumit. Bahkan, sebelum di alirkan kehamparan permukiman di sekitarnya cairan olahan itu di uji terlebih dahulu pada kolam berisi air.

Beberapa meter di ruang IPAL, terdapat beberapa kotak kolam berisi ikan hidup. Kolam-kolam tersebut fungsinya sebagai filter sekaligus tester. Aliran limbah medis cair yang sudah melalui pengolahan mesin IPAL  akan singgah lebih dulu ke kolam-kolam tersebut. “Jika ikannya tidak mati, maka air olahan IPAL ini sudah aman,” kata Harifin.

Usai melewati proses uji coba di kolam yang yang di huni ikan tersebut, baru air siap di buang ke permukiman. Di permukiman warga, air-air yang mulanya berasal dari cairan limbah medis itu berpadu dengan air normal tanpa menimbulkan pencemaran .

Sementara itu, Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember sudah sejak lama memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bahkan, IPALyang dimiliki juga pernah dimanfaatkan beberapa klinik di Jember.

Ketua Yayasan RSBS Jember drg Abdul Rochim MMR menjelaskan bahwa proses pengolaan IPAL di rumah sakitnya panjang dan di jamin keamannya. Dia pun menjamin karena melibatkan pihak ketiga yang telah mengantongi sertifikat .

 Kata dia, semua limbah cair dari berbagai ruangan di rumah sakitnya di msaukkan ke bak kontrol ruangan. Setelah itu, dipilih antara kotoran dengan air.” Airnya di salurkan ke alat IPAL , sedangkan kotorannya di bersihkan ,” jelasnya.

Setiap hari sisa sampah plastik  di bersihkan melalui bak screening.  Setelah itu, air limbah di pompa bak equator.”Baru setelah itu dimasukkan  ke bak reaktor  diisi bakteri aerob,” imbuhnya.

Setelah proses itu di lakukan, air yang telah di proses di tes kekolam yang di isi ikan dan beberapa tumbuhan. Semisal ikan dan tumbuhannya tidak mati, maka air limbahnya di nilai cukup aman .

Namun tidak begitu saja di salurkan kesungai, karena masih perlu pencahayaan sinar intraviolet. Bahkan, sampel air IPAL  sebulan sekali dikirim ke Surabaya untuk di cek laboratorium bersertifikat .

Selain limbah cair, RSBS Jember juga memilki pengelolaan limbah berbahaya dam limbah medis keras . Alatnya bernama incenerator. Fungsinya sebagai penghancur.

Meski sudah dihancurkan, namun benda-benda medis itu masih dikirim kepihak ketiga, perusahaan pengelola limbah medis yang ada di Mojokerto. Pihak ketiganya bersertifikat dan credible .”Sehingga kami berani menjamin , limbah di rumah sakit kami aman,” tegasnya.(rasmgc)
Sumber  ;Jawa Pos Radar Jember
Edisi    ;Senin 15 Januari 2018
Di Salin  Oleh; HK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MP Picture, Kelompok videografi Jember yang Juara Nasional

          Kameranya Pinjaman, Bisa Bincang dengan Menteri Susi        Jember penuh dengan anak-anak muda kreatif. Sekelompok anak muda menunjukkan prestsi gemilang dengan menjadi juara di berbagai ajang video kompetisi tingkat nasional walaupun mengangkat tema dari local. Modalnya pun pas-pasan. Kamera pinjaman.

Pamsimas, Solusi Konkrit Atasi Krisis Air di Desa Kramat, Sukoharjo, Tanggul

            Sumber Mata Air Jauh, Habis 616 Lonjor Pipa            Tidak semua kelemahan akan selalu melemahakn. Apalagi jikia kelemahan dilawan dengan usaha dan kerja keras. Seperti masyarakat Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, yang tak lagi kekurangan air bersih.

Kisah Keluarga Yang Jadi Pemanjat Pohon Kelapa

                  Kalau Pas Borongan, Satu Pohon Ada 50 Buah   Memanjat kelapa apalagi hingga ketinggian 7-10 meter, perlu memiliki keahlian khusus. Biasanya ini di lakukan oleh kaum adam. Namun, Di Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Ambulu ada sekeluarga yang 23 tahun memiliki profesi menjadi pemanjat pohon kelapa ini.                                                                          RANGGA MAHARDIKA-JUMAI , Jember.