Obi Juga
Beda, yang Sama Cuma suka Makan Nasi Goreng
Kembar dua masih banyak di temukan. Tapi untuk kembar
tiga jarang-jarang.Hebatnya, ketiganya memliki prestasi mata pelajaran yang
berbeda-beda pula.
DENGAN mengenakan seragam pramuka, tiga
murid sebaya itu duduk berbaris di ruang kepala sekolah. Awal memang maku-malu.
Namun setelah bersalaman, Ketiganya langsung menyambung ketika diajak bercanda.
Ditengah suasana mencair itu, ketiganya saling
‘siku-sikutan’ ketika dipancing dengan pertanyaan. Semua terkesan mengalah dan
melempar jawaban pada kembarannya . Ujung-ujungnya, tetap saudara tertualah yang
sedia menjawab.
Ketika
di tanya apa yang kesamaan, mereka baru kompak menjawab bergantian; sama-sama
suka nasi goreng. “He-em, aku nasi
goreng,” sahutnya. “Yes, saya juga nasi goreng,”
ungkap kembar satunya yang di sambut tawa bersamaan. Urusan makan memang paling
mudah. Apalagi jika kerumah makan. Semuanya selalu pesan makanan faforit ini.
Ketiga
pelajar kembar ini adalah Aura Nouvabryano Akhmad, Aurey Nouvabryano, dan aurel
Nouvabryano Akhmad, yang berurutan lahir pertama.
Kembar
tiga kelahiran 2 November 2005 itu hanya aurel yang berjenis kelamin laki-laki.
Putra
pasangan Ony Akhmad Khoidhori dan Irawati ini memang kembar. Sulit di bedakan.
Guru dan teman-temannya sering salah memanggil. Terkecuali Aurel yang memang
laki-laki. Namun tidak banyak kesamaan . Aura mahir di mata pelajaran Matematika,
Aurey di mapel IPA, dan Aurel cakap Bahasa Inggris.
Khusus Aura yang menjadi saudara tertua
kemahirannya tergolong luar biasa . Dia sampai mewakili Indonesia mengikuti
olimpiade Matematika Imoya di singapura 2017. Berhasil merebut perunggu
internasional. Sebelumnya, Aura juga menjadi wakil Jawa TImur dalam OSN di
Pekanbaru.
Sementara
kedua saudaranya yakni Aurey dan Aurel juga tidak buruk-buruk amat. Ketiganya
yang merupakan murid SD Al Ikhlash Lumajang ini mampu menduduki ranking di sekolahnya. Aurey di maple IPA dan Aurel
di maple Bahasa Inggris.
Puji Lestari SAg MPd, Kasek SD Al Iklhas
mengakui itu. “Ketiganya memang punya keunggulan yang berbeda-beda,” katanya.
Keunggulan it uterus di asah di sekolah biar makin berkembang.
Ketiga
murid kembar ini baru di kelas 1,2, dan kelas 6 sekarang ini bergabung dalam
satu kelas. Kelas 1 C,2 A dan sekarang gabung di kelas 6C. “Sebelumnya
terpencar. Selain karena membingungkan, juga karena permintaan orang tua,”
katanya.
Saat
kelas tiga , Aurel di 3A, Aura 3 C, Aurey3B. Kelas 4B Aurel, 4A Aura dan 4C
Aurey. Kelas 5B Aurel,Aura 5C, dan Aurey kelas 5A. “Sekarang kelas 6 disatukan
lagi. Biar orang tuanya mudah. Karena masa-masa sibuk kelas 6 ini kan ,”
tambahnya.
Dalam urusan agama ketiganya juga tidak
ketinggalan. Sama-sama rajin salat tahajud dan sama-sama hafal Alquran.
Bedanya, Aurey dan Aurel hafal satu jus 30, Sementara Aura beranjak menghafal 3
jus. “Jus 30 dan jus 1 sudah hafal. Sekarang mau ke jus 2,” ucapnya, malu-malu.
Aurel
kembar laki-laki yang di kenal paling banyak bicara ini juga menyampaikan
kehidupan di rumah. Terutama kondisi
belajar di rumah.
Dia
menyebutkan saat belajar sekarang mudah. “ Karena satu kelas, belajarnya di
rumah barengan, yang mengajari ya mama,”
katanya. Salat malam juga mudah.
Setelah Aurel yang biasa bangun duluan,
kemudian membangunkan Aurey dan Aura. Semua aktifitas di rumah menurut dia
tidak ada yang di perlakukan beda. Meskipun memiliki kegemaran yang
berbeda-beda.
Seperti
hobi. Aurey hobinya adalah renang. Pantas saja dia terlihat paling tinggi.
Kemudian Aura hobinya baca buku komik. Aurel sendiri lebih senang dengan olah
raga badminton.
Urusan
berangkat kesekolah memang dulu pernah diantar satu orang. Tapi sekarang tidak
cukup. Aurel di antar kakeknya, sementara Aura dan Aurey diantar mamanya .
“Yang paling di manja sama kakek ya aku. Kan anak laki-laki,” ungkapnya.
Dengan
potensi dan bakat yang berbeda-beda inilah, keluarga selalu mendukung. Memang
sedikit ribet. Tidak semudah seperti urusan makan yang sama-sama suka nasgor .
Tetapi, semua kebutuhan akademik dan kebutuhan mereka dapat di tunaikan oleh
orang tuanya.
Yang
lebih mudah adalah sekarang ini. Ketika duduk di bangku kelas 6 SD pelajaran
dan tugas relatih lebih padat. Ditambah dengan persiapan ujian nasional. Maka,
ketiganya selalu mudah bebagi pengetahuan soal mata pelajaran. “Ya gantian jadi
mentor,”kata Aurey.
Ketiganya
pun juga tetap akur. Tidak pernah bawel atau saling mengejek. ya paling-paling
hanya urusan masalah sepele. Dan masalah itu hanya dalam hitungan jam sudah
bisa tuntas oleh ketiganya.(fid/c1/hdi)
Sumber :Jawa Pos( Radar Jember)
Edisi ;Sabtu 13 Januari 2018
Di Salin Oleh : HK
Komentar
Posting Komentar