Saya
Kepikiran pada Orang yang nggak Punya Tangan
Kreatifitas dosen
Pliteknik Negeri Jember (Polije) ini mucul dari rasa ke prihatinan. Dia
melihat seoran penyandang di
sabilitas yang tidak memiliki tangan. Padahal, memiliki bakat untuk
mengoperasikan komputer.
BAGUS SUPRIADI,Sumbersari
DI RUANG program studi tegnologi computer,
Syamsiar memilki meja sendiri. Disana, dia menyimpan robot mesin ketik bagi
penyandang di sabilitas . Pria asal Probolinggo itu sedang mengotak-atik
robotnya.
Ketika
di coba, robot itu berfungsi secara maksimal . Namun, saat kedua kalinya, ada
yang error. Maklum, robot mesin ketik
tersebut masih prototype, sehingga perlu di sempurnakan. Syamsiar pun mencoba
menormalkn kembali robot tersebut. Yakni mencocokkan alat yang ada di kaki
sebagai penggerak di keyboard.
Beberapa kali dia berusaha, akhirnya robot tersebut sesuai dengan harapan.
Yakni bisa
digerakkan untuk di ketik menggunakan kaki.
“Robot
ketik ini di peruntukkan bagi penyandang di sabilitas tuna daksa,”katanya.
Harapannya,
penyandang disabilitas yang tidak memiliki tangan tak perlu kawatir untuk mengoperasikan
komputer. Sebab, merek
tetap bisa menulis
dengan mesin ketik yang di kendalikan oleh kakinya.
Inspirasi
membuat mesin robot itu datang saat pria berkacamata itu melihat warga yang tidak
memiliki tangan. Penyandang disabilitas itu
berpotensi mengoperasikan komputer.” Idenya kepikiran orang nggak
punya tangan, tapi bisa mengoperasikan komputer,” jelasnya.
Akhirnya, Syamsiar mencoba menciptakan robot
yang bisa
digunakan oleh difabel. Dia mencari berbagai refrensi agar bisa mewujudkan impiannya. “sekarang
komputer sudah menjadi
kebutuhan dasar manusia. Semua kegiatan banyak menggunakan tegnologi tersebut,” terangnya.
Alumnus
Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu ingin mempermudah penyandang disabilitas
menggunakan komputer.
Tujuannya agar mereka tetap bisa berkarya di tengah keterbatasan . “Penyandang
disablitas warga yang memilki hak sama
dengan yang lain,” tuturnya.
Mereka
juga memiliki hak dan keinginan mengoperasikan komputer. Hanya saja, sarana yang
mendukung bagi mereka masih terbatas. Untuk itu, perlu inofasi baru guna
meringankan beban mereka dalam menjalani kegiatan sehari-hari.
Komponen
yang di gunakan oleh Syamsiar bukan barang mahal . Dia mencoba memanfaatkan
potensi yang ada dan tidak terapakai di kampus Polije. Dari sana,dia berupaya
membuata robot tersebut, yakni membuat sistem yang bisa mengerakkanrtobot untuk mengetik menggunakan
kaki.
Dia
menyediakan keyboard, kemudian menyambungkannya dengan robot yang
sudah dibuat . Yaitu dua tangan yang siap mengetik huruf menggunakan kaki.”
Rangkaiannya mengguanakan servo digital untuk motor penggerak
utama , hasilnya lebih akurat ,” paparnya .
Satu dari dua tangan robot itu untuk mengetik,
satu untuk menekan tombol shif.Sedangkan
kaki kanan berfungsi untuk mengerakkan robot tangan sesuai keinginan, misal menekan tombol A. Sayangnya, robot ketik ini tidak bisa digunakan oleh warga yang
tidak memiliki kaki karena penggerak
utamanya adalah kaki .Kemudian, ada tiga lensa sebagai penggerak. Tiap lensa terdiri dari
empat motor . Tiaga motor untuk mengganti posisi, satu motor untuk menekan
tombol shift.Robot itu bisa digunakan untuk mengetik
. Bahkan ,akan di kembangkan dengan pembacaan sinyal otak dengan sensor
EEG. Sehingga, tidak
menggunakan kaki sebagai penggerak , melainkan otak manusia.” Proses pembuatan
robot ini empat bulan,” tandasnya..(mgc/hdi)
Sumber ; Jawa Pos (Radar Jember)
Edisi;Rbu 17 January 2018
Di Salin Oleh ;HK

Komentar
Posting Komentar